Targetlink.id – Pasar saham KOSPI anjlok hingga 11 persen pada Rabu (4/3/2026). Kejatuhan tajam ini memicu penghentian perdagangan sementara oleh Korea Exchange setelah tekanan jual melonjak drastis sejak pembukaan. Investor panik merespons eskalasi konflik global yang memicu gejolak pasar keuangan Asia.
Sentimen negatif muncul akibat meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran perang meluas. Kondisi ini membuat pelaku pasar melepas aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman. Dampaknya, nilai kapitalisasi pasar di South Korea menyusut dalam waktu singkat.
Saham-saham unggulan menjadi korban utama aksi jual. Emiten teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix tercatat turun tajam. Tekanan juga menghantam sektor otomotif, termasuk Hyundai Motor, seiring kekhawatiran terhadap kenaikan biaya energi dan perlambatan permintaan global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Saham BBCA dan BBRI Cs Tiba-Tiba Ambruk, Investor Dibuat Panik! Ini Penyebabnya
Padahal, pada awal 2026 indeks sempat menguat berkat optimisme sektor teknologi dan kecerdasan buatan. Namun, lonjakan risiko global menghapus sebagian besar penguatan tersebut hanya dalam beberapa hari perdagangan. Aksi jual besar-besaran menunjukkan rapuhnya sentimen pasar saat ketidakpastian meningkat.
Analis menilai pergerakan KOSPI dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik. Jika konflik mereda, peluang pemulihan terbuka. Namun, bila ketegangan terus meningkat, volatilitas tinggi masih akan membayangi pasar saham Korea Selatan.(Lya)
Baca Juga: IHSG Ditutup Anjlok 4,57 Persen, Pasar Saham RI Diguncang Tekanan Besar
Editor : Liya









