Jakarta, Targetlink.id – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi impor etanol untuk mendukung pengembangan energi hijau. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi bersih.
Bahlil menjelaskan, pemerintah akan menerapkan campuran etanol ke bensin secara bertahap. Program di mulai dari E5, lalu naik ke E10 sesuai kesiapan pasokan dan infrastruktur. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang energi nasional.
Saat ini produksi bioetanol dalam negeri belum mencukupi kebutuhan. Karena itu, pemerintah membuka peluang impor secara terukur. Langkah ini tidak akan menghambat pengembangan industri etanol lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Amankan Stok BBM & LPG 2026 Lewat Kerja Sama Strategis Global
Pemerintah tetap mendorong produksi dalam negeri dari bahan baku pertanian. Pengembangan bioetanol di harapkan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
Bahlil menegaskan kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah ingin membangun sistem energi yang lebih bersih, kuat, dan berkelanjutan.(Lya)
Baca Juga: RI Resmi Alihkan Impor Migas ke AS, Ini Daftar Negara yang Tergeser
Editor : Liya









